Home > Kain Tenun > Tenun Motif Troso, Kain Yang Legendaris Khas Jepara

Selain terkenal sebagai kota penghasil ukiran-ukiran yang menakjubkan, ternyata Jepara juga dikenal sebagai kota pengerajin kain tenun yang khas.

Kain Tenun Khas Jepara atau juga dikenal dengan “Tenun Motif Troso” merupakan kain yang memiliki corak motif yang cukup unik dan menarik sebagaimana nampak mirip seperti Tenun Bali.

Sejarah Kain Tenun Troso

Sejarah Kain Tenun Troso Jepara
Sejarah Kain Tenun Troso Jepara - sumber: karyatenunjepara.blogspot.com

Menurut legenda setempat, sejarah Kain Tenun Troso ini sangat erat kaitannya dengan awal masuknya Agama Islam ke Jawa Tengah dan sekitarnya.

Tepatnya ketika berdirinya masa Kerajaan Mataram.

Pada saat itu, Kain Troso ini dikenakan pertama kali oleh Mbah Senu dan Nyi Senu saat akan menemui Ulama Besar yang sangat disegani saat itu, Mbah Datuk Gunardi Singorojo.

Mereka bertemu tepat saat sedang berdakwah di Desa Troso, asal muasal mengapa dinamakan “Tenun Troso”.

Karena keindahannya, kain ini akhirnya mulai dikenal di sekitar kerajaan setempat dan dibuat sebagai pelengkap pakian untuk Raja pada saat itu.

Saat itu mulailah keterampilan menenun Kain Troso ini dimulai dipelajari oleh masyarakat di Desa Troso dan mulai diwariskan secara turun menurun hingga saat ini.

Ciri Khas Kain Tenun Troso

Ciri Khas Tenun Troso Jepara
Ciri Khas Tenun Troso Jepara - sumber: gpswisataindonesia.wordpress.com

Mengenai ciri khas dari Kain Tenun Troso ini, itu sangat terlihat dalam 2 poin sebagai berikut ini!

  1. Motif Kain

Ada dua motif yang paling dikenal di dalam pembuatan kain torso ini, yaitu: Motif Cemara (Pohon Cemara) dan Motif Lompong (Daun Talas).

Dulunya dua motif ini yang paling populer di lingkungan para masyarakat setempat.

Namun seiring berjalannya waktu, motif-motif ini mulai jarang dibuat karena tidak adanya permintaan dari pasar dan juga munculnya banyak motif yang bernuansa kontemporer.

Motif kontemporer tersebut, diantaranya: Motif Misris, Krisna, Ukir, Rantai, Mawar, Bambu, Burung, Naga, Lilin, Antik, Cempaka, dan masih banyak lagi.

  1. Warna

Untuk pilihan warna, kain tenun Troso ini tampil dengan dominasi warna-warna yang klasik dan agak gelap seperti: warna coklat dan biru tua.

Proses Pembuatan

Proses Pembuatan Tenun Troso Khas Jepara
Proses Pembuatan Tenun Troso Khas Jepara - sumber: dinilint.com

Untuk pembuatan satu lembar Kain Tenun Troso ini, itu biasanya akan melewati 9 tahapan proses, yakni:

  1. Pengetengan

Tahap pertama ialah pengetengan atau juga disebut ngeteng, yaitu tahap dimana benang dari kelos-kelos (gulungan) aslinya akan digerai.

  1. Pembuatan Pola

Pada tahap ini, benang yang masih dalam bentuk gulungan akan diuraikan ke dalam Plankan (sebuah bingkai dari Kayu).

Lalu, di Plankan ini akan beri gambar atau pola corak motif yang akan dibuat.

  1. Pengikatan Benang

Setelah pembuatan pola, para pengerajin biasanya akan mengikat benang-benang tersebut dengan menggunakan tali rafia.

  1. Pencelupan Warna (Nyelup)

Tahap berikutnya ialah tahap pencelupan warna, dimana benang yang sudah diikat akan dicelupkan ke dalam bahan pewarna.

  1. Penjemuran

Benang-benang yang dicelupkan ke bahan pewarna tadi akan di jemur di bawah sinar matahari untuk mempercepat proses pengeringan.

  1. Mbatil

Tahap Mbatil yaitu tahap membuka atau melepaskan ikatan-ikatan pada benang yang telah kering setelah dijemur.

  1. Malet

Lalu akan dilanjutkan dengan tahap Malet atau penggulungan kembali benang-benang tadi dengan Kletek (alat penggulung dari bambu).

  1. Nyekir

Nyekir  adalah proses dimana para penenun akan melakukan penyiapan pola kembali.

  1. Menenun

Yang terakhir ialah tahap menenun, dimana benang lungsi (benang yang membujur) dan benang pakan (benang yang melintang) akan disatukan hingga membentuk sebuah kain dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Harga Jual

Kain Tenun Troso Khas Jepara
Kain Tenun Troso Khas Jepara - sumber: www.pesona.travel

Untuk harga jualnya, Kain Tenun Troso ini dibanderol dengan harga yang cukup bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan tergantung kualitas dan kerumitan yang ditawarkan.

Untuk jenis kain katun, itu dihargai dimulai dari 135.000 – 500.000 Rupiah per kain. Sementara itu, untuk kain tenun dengan jenis sutera itu dibanderol dari 500.000 – 3.000.000 Rupiah per lembaran kain.

Gimana? apakah  anda tertarik untuk melirik Kain Torso Khas Jepara ini?