Cepuk Rangrang, Kain Tenun Yang Sakral dari Nusa Penida
| 5 Produk Terbaik | Harga |
|---|---|
| Tenun Nusa Penida Tenun Endek Cepuk original Warna Maroon | Rp. 500.000 |
| Tenun Nusa Penida Tenun Endek Cepuk original Warna Navy | Rp. 500.000 |
| Tenun Nusa Penida Tenun Endek Cepuk original Warna Oliv | Rp. 500.000 |
| Tenun Nusa Penida : Tenun Endek Cepuk original Warna Kuning | Rp. 500.000 |
| Tenun Nusa Penida : Tenun Endek Cepuk original Warna Merah | Rp. 500.000 |
Untuk para pecinta kain tradisional tentunya pernah mendengar tentang Tenun Cepuk Rangrang yaitu kain tenun endek khas dari Nusa Penida, kepulauan kecil di sebelah tenggara dari pulau Bali.
Kain Tenun Cepuk Rangrang ini dulunya dipercaya sebagai salah satu jenis kain yang sakral oleh para penduduk setempat, yang mana hanya dipakai saat acara-acara adat yang bersifat spiritual saja.
Karena memiliki corak motif yang unik dan hadir dengan pilihan warna-warna yang cerah membuat kain ini sangat diminati saat ini oleh banyak kalangan masyarakat.
Kain ini biasanya dipilih sebagai kain bawahan saat menghadiri acara yang bersifat non-formal dan semi-formal.
Sejarah dari Penamaan “Cepuk Rangrang”
Menurut masyarakat setempat, penamaan dari Kain Cepuk Rangrang ini diambil dari kata “Cepuk” dan “Rangrang”.
Di dalam Bahasa Sansekerta, Kata “Cepuk” ini bisa diartikan sebagai “Kayu Canging” yaitu salah satu jenis kayu yang dipakai sebagai bahan dasar untuk pewarnaan kain tenun ini.
Dan sedangkan, kata “Rangrang” ini bisa diartikan “Bolong-Bolong” atau lubang-lubang kecil yang bisa ditemukan pada tampilan pola motif dari lembaran kain.
Pola “Bolong-bolong” atau lubang-lubang ini tersebut dibuat untuk mesimbolkan sifat transparansi “jujur dan terbuka” di dalam kehidupan masyarakat setempat.
Dulunya, kain ini tidak dipergunakan secara sembarangan, masing-masing jenisnya memiliki fungsi tersediri, sebagai dibawah ini.
- Cepuk Sudamala
Dipakai oleh masyrakat yang hendak melakukan ritual pembersihkan diri atau melukat.
- Cepuk Liking Paku
Biasanya dikenakan oleh para laki-laki dalam mengikuti upacara potong gigi (Manusa Yadnya).
- Cepuk Kecubung
Biasanya dikenakan oleh dipakai oleh para perempuan dalam mengikuti upacara potong gigi.
- Cepuk Ngawis
Hanya dikenakan untuk menghadiri upacara-upacara Pitra Yadnya seperti: Upacara Ngaben atau Kremasi Mayat.
- Cepuk Tangi Gede
Dikenakan saat upacara ngaben hanya oleh seorang anak tengah yang mempunyai kakak dan adik telah meninggal.
- Cepuk Kurung
Kain yang paling dominan dipakai oleh masyarakat pada hari-hari biasa.
Ciri Khas Dari Cepuk Rangrang
Bila dilihat dengan mendetail, Kain Tenun Cepuk Rangrang ini nampak memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada tampilannya jika dibandingkan jenis kain tenun lainnya, sebagai berikut ini.
- Corak Motif
Terlihat sederhana dengan pola-pola geometris seperti: pola-pola kotak (wajik), garis zig-zag, dan bianglala.
Biasanya terdapat lubang-lubang kecil pada bagian pertemuan-pertemuan motif pada lembarannya.
- Warna
Secara dominan, menggunakan pilihan warna-warna yang cerah, seperti: merah, kuning, biru, dsb.
Pada lembaran kainnya juga terdapat beberapa garis-garis benang berwarna putih sebagai ciri khas yang paling menonjol, masyarakat menyebutnya sebagai “Pangoh Taji”.
Pembuatan Kain Tenun
Untuk pembuatan selembar Kain Tenun Cepuk Rangrang ini, masyarakat setempat masih menggunakan alat traditisional (manual) yang terbuat dari kayu, disebut cag-cag oleh masyarakat.
Sedangkan untuk proses pewarnaannya sendiri, itu masih menggunakan bahan pewarna alami dari saripati tumbuh-tumbuhan.
Contohnya: kayu cang untuk warna merah, kulit pohon manga untuk warna kuning, dan daun jati untuk untuk warna hijau.
Tips Merawat Kain Cepuk Rangrang
Mengenai perawatannya, Kain Cepuk Rangrang ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar bisa bertahan lama dan tidak cepat luntur.
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menjaga agar serat dan tampilan kain tetap awet.
- Hindari mengunakan deterjen sebab kandungan bahan kimianya dapat merusak dan memudarkan warna dari kain Tenun.
- Hindari merendam terlalu lama di air karena hal ini dapat melunturkan warna dari kain tenun.
- Hindari menggosok dengan sikat terlalu keras karena itu dapat merusak serat dan sususan benang pada kain.
- Hindari menjemur langsung di bawah paparan sinar matahari, hal ini akan membuat warna cepat memudar.
Oke, itulah sedikit informasi tentang Kain Cepuk Rangrang khas Nusa Penida. Semoga bermanfaat!