4 Jenis Kain Tenun Khas Traditional Bali

4 Jenis Kain Tenun Khas Traditional Bali

22 April 2019
10 Review

Jenis Kain Tenun Khas Bali - Tenun merupakan salah satu warisan budaya Nusantara. Kain tenun biasanya dibuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan beberapa bahan alam lainnya.

Dibuat dengan menggunakan teknik dan prinsip yang sederhana yaitu: dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang.  

Keberadaan kain tenun ini sendiri sangat berkaitan erat dengan sistem pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan alam, dan kehidupan sosial dari masing-masing daerah.

Salah satu daerah penghasil tenun di Indonesia ialah Bali.

Jenis Kain Tenun Khas Bali

Untuk di Bali sendiri, ada beberapa model kain tenun yang bisa anda temui, diantaranya:

1. Endek

Kain Endek
Kain Endek

Kain endek atau kain tenun ikat khas Bali mulai berkembang di wilayah Klungkung tahun 1975.

Proses pembuatan kain ini pun tergolong cukup sulit, kira-kira memakan waktu hingga satu bulan untuk pembuatan satu helai kainnya. Sebab itu masih menggunakan teknik dan proses tradisional.

Kain endek Bali ini memiliki berbagai macam corak, beberapa diantaranya: motif encak saji, rangrang, patra, jumputan, hingga motif wajik.

2. Gringsing

Kain Gringsing
Kain Gringsing

Kain Gringsing merupakan kain tenun khas Desa Tenganan Pengringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

Sama seperti halnya kain endek, Pembuatan kain Gringsing juga terbilang sangat rumit karena menggunakan teknik double ikat. Corak motifnya sendiri, umumnya menggunakan tiga warna alami.

Untuk pewarnaannya itu, masih menggunakan warna alami, seperti: babakan kepundung putih dicampur dengan kulit akar untuk warna merah, minyak buah untuk warna kuning, dan pohon taum untuk warna hitam.

Proses pembuatannya bisa memakan waktu hingga 2-5 tahun. Tak heran harga jualnya sendiri tergolong sangat fantastis.

3. Songket Bali

Kain Songket
Kain Songket

Kain songket ini memiliki berapa jenis, diantaranya: songket benang emas, benang perak, benang katun, dan benang kombinasi (antara emas, perak, dan katun).

Pada zaman kerajaan di Bali, kain songket ini berkembang di daerah Klungkung, Buleleng, Karangasem, Badung dan Jembrana.

Namun saat ini, kerajinan songket Sidemen-Karangasem lah yang lebih populer di Bali.

Baca juga: Jenis Kain Brokat Untuk kebaya

4. Cepuk

Kain Cepuk
Kain Cepuk

Kain Cepuk ini merupakan kerajinan tenun yang diwariskan secara turun menurun di Desa Tanglad, kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Proses pewarnaan dari kain ini juga masih menggunakan pewarna alami,yaitu dari Kayu Secang.

Untuk jenis motifnya, itu juga sangat beragam mulai dari: cepuk ngawis, cepuk tangi gede, cepuk liking paku, cepuk kecubung, hingga cepuk kurung.

Itu lah beberapa Jenis Kain Tenun Khas Bali. Bagaimana? Sudah sedikit tahu kan mengenai macam-macam kain tenun khas Bali!

Semoga bermanfaat…

Give Ratting

tayatha

..

Find Me On :

Produk Terkait